Membentengi Diri dari Seragan Sihir


Ada beberapa cara membentengi diri dari serangan sihir, antara lain :

Memakan tujuh butir kurma
Yang paling bagus ialah kurma Madinah, sebagaimana sabda Rosulullah SAW,
" Siapa yang memakan tujuh butir kurma ajwah pada pagi hari, maka pada hari itu dia tdak akan terkena dampak racun dan sihir"

Wudhu
Sihir tidak akan mempan terhadap orang yang dalam keadaan wudhu. Sabda Rosulullah SAW, " Sucikan jasad ini, niscaya Alloh mensucikan kalian. Sesungguhnya tidak ada seorang hamba yang dalam keadaan bersuci pada malam hari melainkan ada seorang malaikat pada sehelai bulunya. Dia tidak membalikan badan sesaat pun pada malam hari melainkan malaikat itu berkata, "Ya Alloh, ampunilah dosa hamba-Mu, karena malam ini dia dalam keadaan bersuci".

Salat secara berjamaah
Rosulullah SAW bersabda, " Tidaklah ada tiga orang di sebuah kampung atau pedalaman yang disana tidak didirikan shalat (secara berjama'ah), melainkan setan menaklukkan mereka. Maka hendaklah engkau mengikuti shalat jama'ah, karena srigala hanya akan memakan domba yang menyediri"

Shalat malam / tahajud

Siapa yang hendak membentengi diri dari sihir, hendaklah dia bangun dari sebagian malam dan mendirikan salat tahajud.

Membaca ta'awwudz saat masuk Kamar mandi atau WC
Setiap masuk kamar mandi / WC, Rosulullah SAW mengucapkan, " Ya Alloh, aku berlindung kepada-Mu dari syetan laki-laki dan syetan perempuan"

Membaca doa pembenteng diri dari syetan saat berjima'
"Sekiranya salah seorang di antara kalian berjima' dengan istrinya, seraya mengucapkan, ' Dengan nama Alloh, jauhkanlah kami dari syetan, jauhkanlah syetan dari apa yang Engkau limpahkan kepada kami', lalu ditetapkan anak di antara mereka berdua, maka syetan tidak akan mengganggunya"

Membaca Ayat Kursy
Syetan penah berkata kepada Abu Hurairah RA, " Siapa yang membaca ayat Kursy sebelum tidur, maka disisinya ada penjaga dari Alloh dan dia tidak didekati Syetan hingga pagi hari" lalu Nabi SAW bersabda, " Dia membenarkanmu, meskipun dia seorang pendusta"

Sumber : Pengobatan & Penyembuhan menurut Wahyu Nabi SAW (Aiman bin Abdul Fattah)

Poskan Komentar