Manfaat Bawang Putih

Dalam film horor, bawang putih sering digunakan untuk mengusir hantu. Namun pada kenyataannya, manfaat bawang putih jauh lebih dari itu. Meskipun bau yang sangat kuat, bawang putih dikenal mujarab termasuk menurunkan tekanan darah naik sebagai antioksidan dan anti-pembekuan darah.

Bawang putih telah dikenal sejak 4000 tahun yang lalu. Dalam sejarah 1500 SM yang disebutkan, orang Mesir kuno percaya bawang putih memiliki banyak sifat untuk mengobati penyakit. Bawang putih ditemukan di makam Raja Tutankhamun dan dikonsumsi oleh para pekerja yang membangun piramida, untuk meningkatkan stamina dan mencegah penyakit. Orang-orang Yunani dan Romawi menggunakannya untuk mengobati lepra dan asma, serta menghalau kalajengking. Dalam Perang Dunia II, bawang putih digunakan sebagai disinfektan untuk membersihkan luka dan mencegah gangren (luka diabetes).

Dalam bahasa Latin, bawang putih dikenal sebagai Allium sativum Linn disebut sebagai multivitamin alami. Karena setidaknya dalam bawang putih terkandung berbagai vitamin dan mineral. Seperti vitamin, besi, A, B, C, kalsium, kalium, selenium, karoten, dan banyak lagi. Bahkan minyak allyl disulfida yang terkandung dalam bawang putih baik untuk menghilangkan jerawat. Juga ditemukan dalam bawang putih adalah allicin, Alliin, phytosterol dan belerang.

Bawang putih adalah tanaman unik. Tidak heran bila bawang putih termasuk dalam keluarga Liliaceae ini sangat berguna untuk berbagai penyakit. Louis Pasteur bahkan menyatakan bawang putih sebagai antibiotik dan antimikroba, antibakteri, antivirus, dan juga antijamur. Selain itu, bawang putih juga baik untuk menurunkan kolesterol dalam darah yang bisa menjadi faktor terjadinya aterosklerosis atau penyumbatan pembuluh darah. Beberapa studi lainnya juga menunjukkan bahwa bawang putih dapat mengurangi kemungkinan akumulasi jumlah besar bekuan darah yang dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah. Belerang Alliin adalah komponen yang dapat menghambat terjadinya efek tersebut.

Hanya komponen aktif ini akan lebih baik bila dilakukan proses pemanasan, seperti memasak. Selama proses memasak, bawang putih struktur sel akan rusak dan fragmen itu akan dikonversi menjadi Alliin allicin yang akan membentuk ajoene komponen dan sulfida lainnya. Ajoene memiliki potensi yang sama dengan manfaat aspirin dalam menghambat penumpukan gumpalan darah. Sementara efektif sebagai komponen sulfida lainnya radikal bebas dan antioksidan. Dalam bawang putih yang telah mengalami proses pemasakan mengandung sedikit bahan yang iritatif dan allicin yang bersifat toksik. Itu sebabnya, banyak orang yang berpendapat bahwa mengkonsumsi bawang putih akan lebih efektif jika yang pertama dipanaskan sebelumnya.

Namun, para pakar memperingatkan mengkonsumsi suplemen bawang putih bisa menimbulkan efek samping. Sulfida hidrogen menghasilkan bau telur busuk dan dipergunakan untuk memproduksi bom bau. Namun, pada kadar rendah itu memainkan peran vital dalam membantu sel-sel berkomunikasi satu sama lain.
Dan, di dalam pembuluh darah, senyawa itu merangsang sel yang membentuk lapisan mengendur dan menyebabkan pembuluh melebar. Hal ini, pada gilirannya, mengurangi tekanan darah, memungkinkan darah mengangkut lebih banyak oksigen ke organ tubuh esensial, dan mengurangi tekanan pada jantung.

Poskan Komentar