Tanaman yang memiliki Nama ilmiah Andrographis paniculata termasuk familia Acanthaceae ini merupakan tumbuhan khas tropis yang sering ditemukan tumbuh liar di tempat terbuka, seperti tepi jalan, ladang, atau tanah kosong yang terbengkelai, juga di pekarangan. Namun sekarang sudah banyak pula orang yang menyediakan lahan khusus untuk menanam tumbuhan ini untuk kemudian diolah. Untuk pengembangbiakannya cukup mudah, petik buah yang sudah tua, ambil bijinya, dan semaikan. Daerah penyebarannya dari dataran rendah sampai ketinggian 700 m di atas permukaan laut.
Nama lainnya adalah Ki oray, ki peurat, takilo (Sunda). bidara, sadilata, sambilata,; takila (Jawa). pepaitan (Sumatra).; Chuan xin lian, yi jian xi, lan he lian (China), xuyen tam lien,; cong cong (Vietnam). kirata, mahatitka (India/Pakistan).; Creat, green chiretta, halviva, kariyat (Inggris).
Daunnya tunggal, bertangkai pendek, letak berhadapan bersilang, bentuk laset, pangkal runcing, ujung meruncing, tepi rata, permukaan atas hijau tua, bagian bawah hijau muda, panjang 2-8 cm, lebar 1-3 cm. Bunga berbibir berbentuk tabung, kecil-kecil, warnanya putih bernoda ungu. Buah kapsul berbentuk jorong. Perbanyak dengan biji atau stek batang.
Sambiloto mengandung senyawa flavonoid yang bersifat mencegah sekaligus menghancurkan penggumpalan darah. Juga memiliki kadar kalium tinggi dan kandungan natrium yang rendah. Kalium diperlukan untuk mengeluarkan air dan natrium dalam tubuh sehingga bisa menurunkan tekanan darah. Sementara natrium harus di hindari karena bisa meningkatkan tekanan darah. Tanaman ini juga mengandung andrografin, androgafolid (zat pahit) dan panikulin dimana sifat antibiotiknya mampu meningkatkan fungsi pertahanan tubuh dan membantu menyembuhkan luka akibat kanker.
Sambiloto dipanen sewaktu tumbuhan ini mulai berbunga. Setelah dicuci, dipotong-potong seperlunya lalu dikeringkan. Daun hingga akarnya berkhasiat menangkal penyakit, dari radang tenggorokan sampai tumor. Herba ini rasanya pahit, dingin, masuk meridian paru, lambung, usus besar dan usus kecil.
Herba Sambiloto ini berkhasiat untuk mengatasi:
• Hepatitis, infeksi saluran empedu
• Disentri basiler, tifoid, diare
• Influenza, radang amandel (tonsilitis), abses paru, radang paru (pnemonia), radang saluran napas (bronkitis), radang ginjal akut (pielonefritis akut), radang telinga tengah (OMA), radang usus buntu, sakit gigi
• Demam, malaria
• Kencing nanah (gonore)
• Kencing manis (DM)
• TB Paru, skrofulodroma, batuk rejan (pertusis), sesak napas (asma)
• Darah tinggi (hipertensi)
• Kusta (morbus hansen = lepra)
• Leptospirosis
• Keracunan jamur, singkong, tempe bongkrek, makanan laut
• Kanker: Penyakit trofoblas seperti kehamilan anggur (molahidatidosa) dan penyakit trofoblas ganas (tumor trofoblas), serta tumor paru
Yang perlu diperhatikan:
• Pemakaian sambiloto hendaknya tidak lebih dari 7 hari. Pemakaian dalam dosis besar atau pemakaian jangka waktu panjang justru akan mengganggu keseimbangan tubuh. Rasa pahitnya dapat mempengaruhi sistem pencernaan, sehingga menimbulkan hasil yang sebaliknya.
• Dalam proses penyembuhan, rasa pahit sambiloto berfungsi merangsang kontraksi usus juga meningkatkan kontraksi pada rahim, sehingga sambiloto tidak dianjurkan bagi wanita hamil.
• Minum rebusan obat ini dalam dosis besar dapat menimbulkan rasa tidak enak pada lambung dan hilangnya nafsu makan. Rasa pahit andrografolid dapat menimbulkan rasa mual. Sedangkan obat suntik dari herba ini bisa menyebabkan anafilaktik syak.
Blog Design by Gisele Jaquenod
Poskan Komentar